Selasa, 03 Mei 2011

Belajar

Kehidupan ini akan syarat dengan sebuah kegiatan yang disebut dengan belajar. Manusia secara langsung dan tidak langsung menerapkan konsep belajar dalam menjalani kehidupan ini. Contoh kecil dan sederhana adalah hubungan orang tua dan anak, akan sarat dengan sebuah proses mengajari, dan si anak tentunya akan belajar. Belajar untuk dapat berbicara, belajar untuk dapat berjalan dan belajar hal-hal lainnya untuk mendapatkan kemudahan dalam menjalani hidup.

Secara teoritis belajar sebagaimana yang diungkapkan oleh Skiner, seperti yang dikutip Barlow (1985) dalam bukunya Educational Psychology: The Teaching-Learning Procces, berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Pendapat ini diungkapkan dalam pernyataan ringkasnya, bahwa belajar adalah … a procces of progressive behavior adaptation. Berdasarkan eksperimennya, B.F. Skinner percaya bahwa proses adaptasi tersebut akan mendatangkan hasil yang optimal apabila diberi penguat (reinforcer) (Muhibbin Syah, 2008:90).

Dalam buku Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Slameto mendefinisikan belajar: Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003:2).

Jadi pada dasarnya belajar sangat erat kaitannya dengan perubahan tingkah laku pada diri si pembelajar tersebut. Dengan adanya belajar maka selain pengetahuan diharapkan akan ada perubahan ke arah yang lebih baik perilaku seseorang yang belajar tersebut.

Pendapat lainnya tentang belajar dikemukakan oleh Syaiful Bahri Djamarah, yang menuliskan bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan dua unsur, yaitu jiwa dan raga. Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan. Tentu saja perubahan yang didapatkan itu bukan perubahan fisik, tetapi perubahan jiwa dengan sebab masuknya kesan-kesan yang baru. Dengan demikian, maka perubahan fisik akibat sengatan serangga, patah tangan, patah kaki, buta mata, tuli telinga, dan sebagainya bukanlah termasuk perubahan sebagai hasil dari proses belajar. Oleh karenanya, perubahan sebagai hasil dari proses belajar adalah perubahan jiwa yang mempengaruhi tingkah laku seseorang (Djamarah, 2008: 13).

Perubahan-perubahan pada fisik bukanlah akibat dari proses belajar, karena pada dasarnya proses belajar hanya mempengaruhi pengetahuan, jiwa dan psikologis seseorang. Perubahan fisik sebagaimana yang disebutkan oleh Syaiful Bahri Djamarah di atas adalah perubahan karena adanya faktor lain, bukan karena proses belajar itu sendiri.

Referensi:

Muhibbin Syah, (2008), Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Slameto, (2003), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta: Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah, (2008), Psikologi Belajar Mengajar – Edisi 2, Jakarta: Rineka Cipta.

23 Tanggapan:

  1. info yang menarik...ane tertarik pada kata " Belajar Berbicara " ternyata menurut info yang ane dapat, seseorang dapat berbicara itu di pengaruhi oleh telinga, yang mana apa yang ia dengar itulah yang akan ia katakan, ini khusus untuk seorang anak kecil yang baru lahir, yg kemudian perlahan2 membesar, jika kita bilang mengatakan " sini " maka dengan bahsa tubuh kita yang mengajak nya mendekat, maka ia akan mendekat, dan itu akan melekat di ingatan nya sehingga ia akan mengucapkan hal yang sama jika berbicara untuk mengajak seseorang..Contoh Pernah nonton Tarzan? kenapa ia berbicara dalam bahasa hewan? ya karna yang ia dengar setiap hari adalah bahasa hewan..jadi Pendengaran itu berpengaruh terhadap "bicara " mungkin krna itu juga bahsa di setiap dunia berbeda :D

    BalasHapus
  2. Info yang menarik gan... Belajar itu tidak selamanya bearti harus " di sekolah " atau kampus, belajar itu boleh di mana saja yang penting ada kemauan...ya gak?

    BalasHapus
  3. Kita semua masih belajar.
    Karena dalam kehidupan ini kita harus belajar dan belajar.

    BalasHapus
  4. mas rubi ane mampir sambil follow balik done

    BalasHapus
  5. belajar tak kenal usia dan waktu
    teruslah belajar apapun yang terjadi
    tapi belajarnya harus yang baik saja biar bermanfaat untuk orang lain.

    Selamat belajar gan
    Mari kita belajar bersama

    BalasHapus
  6. Belajar dan belajar. Ya, tanpa harus menempuh pendidikan formal pun, kita telah belajar :)

    BalasHapus
  7. hidup ini adalah belajar, mulai dari kita lahir sampi menjelang ajal

    BalasHapus
  8. bagus sekali mas infonya salam :)

    BalasHapus
  9. maaf cman manpir yah.. follow balik dong...

    BalasHapus
  10. semua orang seharusnya punya hak untuk belajar. tapi masih adakah orang yang mau mengajarkan anak-anak jalanan tampa upah?

    BalasHapus
  11. long life learning itu yang juga perlu diingat, karena nggak semata-mata belajar itu untuk saat ini aja tapi juga untuk kemudian hari kelak.

    BalasHapus
  12. selamat hari pendidikan nasional
    uthlubul ilmi faridhatun 'ala kulli muslimin
    uthlubul ilmi minal mahdi ilal lahdi

    sedj

    BalasHapus
  13. Selamat siang mas Yanto,

    Eyangkung kembali mwnyapa, sejak terakhir saya berkunjung tanggal 3 Marwt yll. Setelah saya membaca artikelmu tentang perkawinan yang dilarang undang2 tdl 10 Maret, dan aertikel sebelumnya tentang PERNIKAHAN seorang temanmu dan terakhir ini artikel BELAJAR, saya menduga dalam dua bulan lrbih ini mas Yanto belum sempat nikah, rupanya? Ha, ha, haaaa.

    Setelah mas Yanto nanti nikah, saya mengira artikel2 yang kamu tulis tentu nuansa tentang hidup perkawinan yang diungkapkan dengan cara populer. Saya lihat pola pikirmu yang jeli dengan sudut pandang yang kritis dan responsive akan tanggapan tentang berbagai peri kehidupan. Dan ini kalau disharingkan dalam blog adalah sesuatu yang menarik untuk referensi blogger2 yang lain baik yang belum nikah, baru nikah atau sudah lama nikah.

    Intinya saya tertarik membaca artikel2 yang disajikan di blog ini dengan gaya tulisanmu itu! Hanya sayangnya dulu setelah kunjungn saya perdana di blog ini, kunjungan beberapa kali berikutnya di blog ini selalu gagal, mungkin koneksi internet saya yang kedodoran.

    Artikel BELAJAR ini saya tertarik bahwa memang belajar itu sebuah proses yang menghasilkan perubahan jiwa yang mempengaruhi tingkah laku seseorang. Dalam hal ini perlu ditambahkan bahwa BELAJAR itu suatu proses yang berjalan SEUMUR HIDUP. Artinya belajar itu tidak terbatas usia dan kepandaian yang telah dimiliki seseorang. Contohnya dalam kisah/artikel STROKE DAN GELANG di blog saya yang telah mas Yanto kunjungi itu, pak Usyada tokoh utama yang lansia itu ternyata masih perlu untuk belajar juga. Saya tunggu kehadiran mas Yanto di sana untuk komentar sekali lagi kaitannya dengan makna BELAJAR -mu ini! Artikel STROKE DAN GELANG itu sebenarnya sebagian besar adalah kisah sejati.Terima kasih kunjunganmu yang kedua untuk artikel yang sama.

    Lalu untuk orang yang mau menempuh hidup berumah tangga (kawin) perlukah lebih dahulu BELAJAR? Menurut saya perlu! Tetapi tentu saja BERBEDA misalnya orang belajar naik speda. Belajar mengayuh speda, jatuh, bangun lagi, mencoba lagi, naik lagi, jatuh lagi mencoba lagi dst.......

    Belajar hidup berumah tangga misalnya kita renungkan pesan apa yang disampaikan artikel yang ditulis PERNIKAHAN di blog ini, juga artikel PERKAWINAN YANG DILARANG, MENOPAUSE dll. orang bisa belajar dari artikel2 semacam itu. Termasuk saya dan mas Yanto juga perlu belajar. Sekalipun semua sudah saya alami termasuk mwenghadapi isteri yang sudah menopase, karena kami sudah sama berusia kepala enam. ubtuk hal2 semacam itu mas Yanto yang guru ini masih jauh perjalananannya. Ha, ha, haaa.

    Kalau saya berkomentar cukup panjang atas sebuah artikel ini adalah untuk menyampaikan kristalisasi dari pesan2 yang dikandung dalam artikel itu. Maka bermanfaatlah untuk disharingkan antara pembaca dan penulisnya yang akhirnya mempertajan pesan yang ingin disampaikan penulisnya.

    Untuk menjaga keindahan blog ini, juga untuk menghemat kapasitas, silakan komentar saya yang panjang ini setelah dibaca dan difahami bisa di DELETE hanya di sisakan salam pembukaan dan salam penutupan. Dan tentu saja saya sangat mengharapkan ada reply komentar saya ini dari mas Yanto pemilik artikel.

    Salam persaudaraan blogger.

    BalasHapus
  14. salam sobat
    benar mas,
    dengan belajar kita dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
    dari yang terkecil hingga yg terbesar.

    BalasHapus
  15. long life education.... terus belajar...

    BalasHapus
  16. ikut elajar juga disini, hidup untuk belajar, belajar untuk hidup :)
    makasih sharenya sobat :)

    BalasHapus
  17. Banyak belajar juga aku dari blog ini... terima kasih sharing nya :-)
    semoga bermanfaat bagi orang banyak...

    BalasHapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  19. wah, mas bangga aku kuliah di kampus kita. dirimu buktinya mas. meskipun kata orang kampus kita "kampus pinggiran" namun isinya, alumninya insya Allah punya bekal yang baik. . . two thumb for ya, mas. . . ^_^

    BalasHapus
  20. selalu belajar
    attayaya belajar
    dari buaian mpe liang lahat

    BalasHapus
  21. semoga yang membaca tulisan ini juga sedang belajar...

    BalasHapus
  22. dalam menjalani hidup kita memang seharusnya banyak belajar, baik formal maupun informal, dengan alam2 sekitarnya kita juga bisa belajar. tak ada istilah tamat alias wisuda dalam belajar.
    OK ... saya setuju dengan artikelnya, mas ... bagus banget ....
    Makasih ya, mas kunjungannya di blog saya.

    BalasHapus