Senin, 28 Maret 2011

Pendidikan

Pendidikan berasal dari kata didik, mendapat awalan me, sehingga menjadi mendidik, artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Selanjutnya pengertian pendidikan menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (M. Dalyono, 2009: 4).
Oleh sebab itulah, dalam mendidik, tidak hanya diperlukan keterampilan untuk merubah pengetahuan anak didik saja, bagaimana seorang guru dapat merupakan sikap dan perilaku siswa juga sangat penting untuk diperhatikan oleh tenaga pendidik, seperti seorang guru.
 
Selanjutnya, menurut Poerbakawatja dan Harahap (1981) pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moral dari segala perbuatannya. Orang dewasa itu adalah orang tua si anak atau orang yang atas dasar tugas dan kedudukannya mempunyai kewajiban untuk mendidik, misalnya: guru sekolah, pendera, kiai dalam lingkungan keagamaan, kepala-kepala asrama dan sebagainya (M. Dalyono, 2009: 6).
 
Secara teoritis pendidikan merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak-anak, atau yang lebih muda. Tentunya dengan asumsi bahwasanya, yang lebih tua adalah yang lebih mengerti. Tetapi tidak selalu demikian, setelah  anak-anak melewati masa kanak-kanak dan remajanya dan menjadi dewasa, dapat saja orang dewasa ini mengajarkan kepada orang dewasa lainnya yang tingkatan jenjang pendidikan atau pengetahuannya dapat saja lebih tinggi dari pada yang sudah berusia di atasnya.
 
Dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma serta mewariskannya kepada generasi berikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan (Fuad Ihsan, 2010: 1-2 dari 245).
 
Intinya pendidikan yang sesungguhnya adalah sebuah penghantaran ilmu dan sebuah pengetahuan dari yang sudah mengetahuinya kepada yang belum mengetahui tentang suatu hal. Pendidikan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, dan pendidikan sangat dekat dengan teknologi, perkembangan teknologi secara berangsur-angsur akan mempengaruhi pendidikan dalam suatu masyarakat.

7 Tanggapan:

  1. pendidikan adalah kekayaan yang abadi dan memberi arah hidup bagi manusia

    BalasHapus
  2. dengan pendidikan, mari kita tingkatkan daya saing anak bangsa!.

    BalasHapus
  3. jadi pendidikan ga cuma harus dari guru atau dari sekolah, pendidikan bisa diambil dari mana saja dan kapan saja. bener gitu kan ya? mantebnya saya.... :p

    BalasHapus
  4. wah, jadi ingat waktu mengikuti mata kuliah "Pengantar Pendidikan", mas ruby. terima kasih ya, kalau tidak baca postingan seperti ini, pasti lupa deh hakikat pendidikan itu apa. salam peduli anak bangsa.

    BalasHapus
  5. tanpa pendidikan apalah artinya hidup

    BalasHapus
  6. Pendidikan sangat penting sekali ya, buat mencerdaskan banyak orang.
    Maaf baru singgah, coz agak malas ngeblog belakangan ini. He he :P

    Salam.. .

    BalasHapus
  7. Saya suka artikelnya...terima kasih banyak

    BalasHapus