Sabtu, 29 Januari 2011

Menunda Pekerjaan

Sebuah kebiasaan buruk dan tentunya akan berdampak buruk juga terhadap perkembangan hidup kita ke arah yang lebih baik. Menunda pekerjaan merupakan sebuah kebiasaan menggiurkan untuk dilakukan, terlebih jika ada sesuatu hal yang dalam pikiran singkat kita akan lebih asik untuk dilakukan? Jujur, menunda pekerjaan masih ada dalam bagian hidup saya, kadang pekerjaan yang saya tunda malah menjadi boomerang yang menyerang balik, dan menimbulkan banyak kekacauan.

Menunda-nunda pekerjaan adalah musuh kita bersama. Ada yang bisa bantu bagaimana cara menghilangkan kebiasaan menunda pekerjaan?

12 Tanggapan:

  1. Dont wait till tomorrow what you can do today... :D

    BalasHapus
  2. cuman satu obatnya : yaa Jangan ditunda.. alias ACTION SEGERA!

    BalasHapus
  3. menunda pekerjaa = menumpuk masalah
    jalan keluarnya kerjaan sesegera mungkin pekerjaan itu walopun ringan dan yang terpenting mencintai apa yang kita kerjakan

    BalasHapus
  4. Wah, nusuk banget artikel ini...
    karena sampai sekarang saya masih bermasalah dengan sifat "Malas" saya...
    banyak hal yang perlu dikejar dengan segera akibat hal ini...

    BalasHapus
  5. Saya pernah "terpaksa" membuat jadwal pekerjaan2 beserta deadline dan prioritasnya akibat penundaan pekerjaan yang terlanjur dilakukan.

    BalasHapus
  6. Kang, ada lanjutan kisah Dasrun disini
    http://sedjatee.wordpress.com/2011/01/31/dasrun-lunasi-atau-pergi/
    silakan dicermati
    salam sukses..

    sedj

    BalasHapus
  7. Betul... sebaiknya kita tak sampai menunda pekerjaan, karena kita tak tahu apa yang akan terjadi esok hari.

    BalasHapus
  8. Kalau ditunda-tunda, pekerjaannya jadi numpuk banyak kan Om..?

    BalasHapus
  9. template sampeyan keren mas....
    hehe gak komen artikelnya, sori

    BalasHapus
  10. wah...saya termasuk ke dalam golongan ini...makasih sudah mengingatkan......

    BalasHapus
  11. Terkadang masih termasuk orang yang menunda pekerjaan, rasa malas masih mendominasi. Namun sekarang sejak memaksakan diri untuk melaksanakannya perlahan kebiasaan malas ini sudah semakin berkurang. Salam kenal mas

    BalasHapus